Akan Hadir Perguruan Tinggi Manajemen Lingkungan dan Pekerja Sosial Di Bengkulu

0
20

Onlinebengkulu.com – Soal lingkungan suda menjadi isu dunia, limbah rumah tangga, industri, dinas/perkantoran sulit dikendalikan meski pemerintah maupun suasta berupaya keras menanggulangin persoalan ini.

Sulitnya menangani kasus limbah yang bersumber dari manusia itu sendiri berdampak pada pencemaran lingkungan seperti: Bau tak sedap, pencemaran sumber air bersih, bencana alam banjir dan longsor, kebakaran dan lain-lain.

Dengan dasar kajian inilah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bengkulu mencari solusi pemecahan masalah dari akar masalah sampah.

Ketua LPBI NU Bengkulu, Imam Wahyudin S Ag menjelaskan bagian dari usaha memecahkan masalah lingkungan dalam artian pencemaran lingkungan yang diakbibatkan limbah manusia ini harus diawali dengan pengetahuan manusianya terkait pengelolaan sampa (limbah manusia). Oleh karena itu LPBI NU Bengkulu akan menghadirkan perguruan tinggi pengelolaan sampa. Jelas Iman usai rapat bersama pengurus LBBI NU Bengkulu dan tokoh-tokoh Nu Bengkulu lainnya 21 Juni 2020.

“Ada dua perguruan tinggi yang diusulkan LPBI NU Bengkulu, Pertama Sekolah Tinggi Manajemen Lingkungan dan yang kedua Sekolah Tinggi Pekerja Sosial. Keduanya saling berkaitan, mengelola sampah tentu harus dengan manajemen sementara orang yang bekerja di persampaan adalah orang-orang yang memikirkan hajat hidup orang banyak artinya pekerja sosial” Jelas Imam.

Dijelaskan kembali oleh Roni Marzuki S Kom M TPd Pengurus LPBI NU Bengkulu Pihaknya menargetkan tahun 2022 kedua perguruan tinggi ini telah menerima mahasiswa angkatan pertama yang akan dibina mampu mewarnai dan bersinergi dengan Pemerintah dan Masyarakat Provinsi Bengkulu.

“Saat ini kita konsen pada penyusunan semua persiapan, dimulai dari kurikulum dan lain-lain agar misi menyelamatkan lingkungan dari pencemaran sampah terwujud” Jelas Roni
Keinginan pengurus LPBI NU Bengkulu ini, disambut baik oleh tokoh Nu Bengkulu, KH Dr Sofwan “Pertama kita mengapresiasi semangat juang LPBI NU Bengkulu” Jelas KH Dr Sofwan.

“Isu sampa ini suatu isu yang seksi sehingga menjadi kajian dunia untuk menyelamatkan manusia dari dampak limbah sampa. Oeh karena itu, kita apresiasi pemikiran-pemikiran LPBI NU Bengkulu. Silahkan dibangun konsep yang matang, dan tentu harus dengan target pencapaian” Demikian arahan KH Dr Sofwan kepada pengurus LPBI NU Bengkulu Kemarin.

“Setelah konsep matang nanti kita bahas sama-sama lagi karena semuanya tetap harus sinergi dengan Nu” Tutup KH Dr Sofwan.

Untuk diketahui tokoh-tokoh yang terlibat dalam pendirian Perguruan Tinggi Manajemen Lingkungan dan Pekerja Sosial ini sebagai berikut:

  1. KH Dr Sofwan
  2. Bayu Risdianto MP PSi
  3. Nanang Sutejo
  4. Ir.Salim Sinaga
  5. Imam Wahyudin S Ag
  6. Roni Marzuki S Kom M TPd. (Aping)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here