Merasa Dirugikan, 80 Member Arisan Online Laporkan Admin ke Polda Bengkulu

Onlinebengkulu.com – Dikarenakan merasa dirugikan oleh seorang admin arisan online, perwakilan member arisan mendatangi Polda Bengkulu, Senin (7/12/2020) pagi. Kedatangan itu untuk melaporkan seorang mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Bengkulu berinisial LH (20) warga Jalan Hibrida 10 atau juga berdomisili di Kelurahan Betungan Kota Bengkulu. LH dilaporkan member arisannya karena diduga membawa lari uang arisan. Hal ini diperkuat dengan menghilangnya LH sejak tanggal 2 Desember lalu. Tak tanggung-tanggung, dari sekitar 80 member arisannya mengalami kerugian sekitar Rp 350 juta.

Perwakilan pelapor, Fenny (30) menjelaskan bahwa alasan dari pihaknya melapor ini karena tidak ada etikad baik maupun titik terang terkait permasalahan arisan tersebut. Yang mana memang admin arisannya sudah menghilang tanpa jejak. Bahkan, sudah melakukan musyawarah dengan keluarga terlapor namun juga tidak ada kejelasan. Akhirnya, pihaknya menempuh jalur hukum dengan melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan uang arisan ke Polda Bengkulu. Saat melapor, pihaknya ikut melampirkan bukti-bukti seperti srcreenshoot chat dan juga bukti transfer.

“Jadi kita akhirnya melaporkan permasalahan ini ke Polda Bengkulu, ini karena tak ada etikad baik dari admin arisannya yang sudah kabur,kita bikin surat dumas yang ditujukan ke dit reskrimum,” ujarnya.

Dimana, saat melapor itu turut disampaikan nantinya para korban akan dihububungi dan dimintai keterangan. Juga termasuk keluarga terlapor LH beserta temennya untuk mencari petunjuk keberadaannya serta mencari keterangan lainnya. Dirinya beserta member arisan lainnya berharap permasalahan ini bisa menemukan titik terang sekaligus terlapor LH bisa ditemukan keberadaannya.

“Kita berharap ini bisa tuntas bang, untuk LH nya juga semoga bisa segera ditemukan,” ucapnya.

Ditambahkan member arisan lainnya Yudi, arisan online tersebut sudah berjalan sekitar satu tahun. Awalnya arisan tersebut dijalankan oleh terlapor di kalangan teman-temannya. Namun lama-kelamaan berkembang dengan mengajak orang lain secara online. Singkatnya sudah banyak orang yang mengikut arisan tersbut. LH menawarkan untuk melakukan arisan duet yakni dengan bermain hanya dua orang saja.

Ketika arisan duet ini dibuka, LH mulai sulit dihubungi bahkan arisannya mulai mengalami kelambatan pembayaran terhadap member yang seharusnya menerima. Sehingga dirubah menjadi H+1 setelah tanggal jatuh tempo.

“Arisan duet ini contohnya saya yang ikut, nah saya jadi invest gitu, ada temponya, kayak minjemin uang gitu karena mainnya berdua,” ujar Yudi.

Lama kelamaan saat menerima arisan tidak tepat waktu dengan berbagai alasan. Akhirnya, pada tanggal 2 Desember pulul 20.40 WIB, LH kabur dan tidak diketahui lagi keberadaanya. Bahkan, sosial media LH pun sudah dihapus semuanya untuk menghilangkan jejak. Para member arisan yang merasa dirugikan bahkan telah mencoba melakukan musyawarah ke keluarga LH namun tidak kunjung mendapatkan kepastian maupun titik terang. Bahkan seakan bersifat acuh tak acuh dengan permasalahan ini. Untuk kerugian sendiri berada dikisaran Rp 350 juta mengingat ada kurang lebih 80 member arisan yang mengikuti arisan LH ini. Adapun kalangan yang mengikuti arisan ini mulai dari ASN, mahasiswa, swasta dan lainnya. (Riff)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *